Booth Honda di IMoS 2014

Pasca BBM Naik, Jualan Motor Masih Laris?

Pasca kenaikan harga bahan bakar (BBM) bersubsidi, sejumlah produsen kendaraan mengalami penyusutan dalam penjualan, tak terkecuali PT Astra Honda Motor (AHM).

Deputy General Manager Sales Division PT AHM, Thomas Wijaya mengatakan, akibat kenaikan BBM bersubdisi di awal masa kerja presiden Joko Widodo tersebut, Honda merevisi target jualannya di 2014, yang sebelumnya antara 5,2 juta sampai 5,3 juta turun menjadi lima juta unit saja.

Booth Honda di IMoS 2014

“Kenaikan BBM bersubsidi juga membuat konsumen yang berkunjung ke diler makin berkurang. Begitu juga saat melakukan pameran, penjualan agak lesu,” kata Thomas kepada wartawan, Minggu 30 November 2014.

Meski demikian, Thomas rupanya masih optimis revisi yang dilakukan tetap bisa tercapai hingga akhir Desember 2014.

Hal ini tak lain karena hingga Oktober 2014, penjualan Honda mencapai 4,25 juta unit motor. Sedangkan di November 2014, Thomas memprediksi penjualan motor Honda bisa mencapai 400 ribu unit.

“Jadi bulan depan (Desember 2014) kita hanya harus menjual 300 ribu unit saja untuk bisa mencapai target lima juta unit,” tutur Thomas.

Direktur Marketing PT AHM, Margono Tanuwijaya juga menyatakan, penurunan penjualan jelang akhir 2014 tidak hanya dikarenakan soal kenaikan BBM saja, tetapi ikut disebabkan fokus pengeluaran masyarakat yang mulai berubah.

“Karena otomatis masyarakat akan lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan pokok. Efeknya, masyarakat mulai terpengaruh dan berpotensi menekan angka permintaan sepeda motor,” ungkap Margono.

Meski demikian, ia yakin penurunan penjualan sepeda motor tidak akan berlangsung lama. “Kami prediksi dalam waktu enam bulan penjualan akan kembali normal,” kata Margono.